Motivasi
Good referrence
Sebelumnya, saya perkenalkan Posma Siahaan.Isterinya juga boru Tompul seperti isteriku. Bahkan menurut adat Batak, isterinya itu lebih tepat untuk menjadi isteriku, karena garis keturunannya masih Paribanku ( Sitompul Siringkiron ).
Di samping sebagai Karyawan di Galangan Kapal ( tahun 2005 dia ambil pensiun dini ) dia juga seorang “pengamen”-entertainment Batak- paling digemari di lingkungan Batak Jawa Timur belakangan ini.
September 2004, dia dapat order untuk tampil di acara “Semalam di Tanah Batak” yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Sumatera Utara - IMSU - di Malang. Sebagai bintang tamu di acara itu Victor Hutabarat Jakarta.
2 minggu sebelum hari yang ditentukan, Panitia masih bingung. Hotel Kartika Chandra Malang sudah dikontrak, down payment utk Victor sudah ditransfer …., tapi sumber pemasukan yang diharapkan belum menunjukkan tanda-tanda yang signifikan.
Saya agak terkejut menerima telepon dari salah seorang Panitia : ” Amang ( panggilan hormat kepada seorang Bapak - Batak ), kami dapat referensi dari Posma Siahaan untuk melibatkan Amang dalam acara kami ………..
“OK, saya belum bisa menjanjikan banyak, tapi besok saya ke Malang
kita buat pertemuan. Tolong Panitia yang bisa ambil keputusan ikut hadir, jawabku seolah-olah saya seorang profesional.
Dalam pertemuan yang saya janjikan, benar-benar saya seperti seorang konsultan; dan herannya, mereka setuju dengan saran dan instruksi saya. Pertanyaan mereka tentang honor yang akan mereka anggarkan untukku, saya tidak ladeni. Memang niat saya untuk membantu kesulitan Panitia koq.
Malam itu saya langsung pulang ke
Surabaya , dan Panitia menyelipkan amplop di saku jasku …., isinya ? Lumayan , Rp. 400 rb.
Cerita dipersingkat lagi. Acara berjalan di luar dugaan Panitia. Penonton histeris menyambut Victor Hutabarat ( saya rasakan dari ungkapan kepuasan Victor ketika menyalamiku seusai acara )
Panita yang tadinya menargetkan pemasukan saat acara berlangsung sebesar Rp. 7,5 jt, ternyata berhasil hingga Rp. 16,8 jt.
“Aku ??? disamping dapat tambahan 600 rb , dapat ciuman lagi dari beberapa Panitia cewek …. padahal saat itu ada isteriku lho.
Saatnya kita panen/ memetik hikmah :
1. Jadilah seperti Posma Siahaan yang berani mereferensi kemampuan teman.
Nggak sulit sebenarnya memberitahu kebaikan atau kebolehan teman kepada orang lain kan
? Tetapi kenapa hal ini jarang kita lakukan khususnya orang Batak ?
2. Jangan beri solusi pengeluaran, tapi berilah semangat untuk menghasilkan.
Rapmengkel Sekarang bisa diakses via HP. Alamatnya
http://m.rapmengkel.com
maksudna mereferensikan lae sihombing do?
sihomb:
itu hanya salah satu contoh kecil lae …
kenyataan yang ingin saya sampaikan tentang kita (halak hita), untuk memberitahukan hal baik dari seseorang, kita sangat sulit. saatnya sekarang untuk menceritakan hal baik dari seseorang, karena manfaatnya sangat besar sekali … selamat bersinergi lae…
[Balas komentar ini]
kalau tidak salah sama saja dengan istilah
“Jangan kasih ikan tapi kasih pancing”
ido tahe Abang?
sihomb:
sebenarnya belum sampai disitu …, kalo begitu kan sudah memberi sesuatu
contoh realnya lah : aku akan sampaikan ke teman2 di surabaya bahwa kinerja PT. Lintang Pratama Kargo bisa dipertimbangkan sebelum memilih mitra cargo yang tepat …
http://www.lintongnababan.wordpress.com
PT.Lintang Pratama Kargo (Maaf numpang promosi abang)
[Balas komentar ini]
Sahih Bukhari, Volume 1, Book 5, Number 268
Diceriterakan Qatada:
Anas bin Malik berkata, “Sang Nabi sering mengunjungi semua istri-istrinya,
pada siang dan malam hari dan keseluruhannya berjumlah 11 orang.” Saya bertanya
kepada Anas, Apakah Nabi memiliki kekuatan untuk itu?” Anas menjawab, “Kita
menyembutkan bahwa sang Nabi diberikan kekuatan setara dengan 30 (pria).”
Dan Sa’id berkata pada penguasa dari Qatada bahwa Anas mengatakan kepadanya
9 istri saja (bukan sebelas).
sihomb:
aduh.., maaf. aku bingung nih …
aq hanya bisa katakan : tq atas kunjungannya …
[Balas komentar ini]
na sala masuk do ra si Ajaran on
sihomb:
kalo menurut aku sih, gak juga… karena sesuai dengan nama blogg inilah ; rapmengkel
samanya itu dengan anekdot “massibulu tuan ….”
[Balas komentar ini]
benar tuh, sudah bukan saatnya orang Batak single-fighter amang
sihomb:
hoi…, muncul nih teman yang pakai “ch” … keren abis katanya, ada nilai jualnya
memang kita harus bekerja dan bekerjasama lah
horas
[Balas komentar ini]
hohoho saatnya minta traktir makan-makan nih om
sihomb:
makan-makannya di rumahku di surabaya, ongkos tanggung sendiri . he he he
[Balas komentar ini]
aku mau tanya bwt point saatnya memetik hikmah no.1
terkadang klo saya merefrensikan teman ato orang ssat ada yang membutuhkan bantuan ada perassaan tidak enak terhadap orang yang minta tlg..dikiranya saya menolak padahal saya benar2 tidak mampu untuk menolng…padhal saya mereferkan orang yg tepat untuk dimintai pertolongan…baiknya gmn nih Tulang..
sihomb:
mungkin pertanyaan ini saya e\lempar ke teman lain lah yaaa, kali ada yg bisa kasi masukan
kalo saya berpikir : ketulusan hati untuk membantu orang, hati jugalah yang membacanya …
[Balas komentar ini]
wahhh…babe ternyata dapat uang 600rb gak bilang2…!!!!
curang!!!!!!!!!!!!
[Balas komentar ini]